Pages

Sunday, October 11, 2020

HMJ PMI Walisongo Gelar Acara Sekolah Pemberdayaan Tahap Lanjut (SPTL) Online di tengah Pandemi Covid-19




Dok. SPTL Online 2020

Semarang - Devisi Manajemen dan Pemberdayaan (MADA) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Walisongo Semarang menggelar acara Sekolah Pemberdayaan Tahap Awal (SPTL) dengan tema "Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam dalam Pemahaman Undang-Undang Desa". Sabtu (10/10/2020).


Sekolah Pemberdayaan Tahap Lanjut (SPTL) di hadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Koordinator Provinsi Tenaga Pendamping Profesional Jawa Tengah, Tim HMJ PMI 2020, dan Mahasiswa PMI angkatan 2018 dengan jumlah kurang lebih 84 Mahasiswa melalui Google Meet. 


Kegiatan SPTL merupakan lanjutan dari kegiatan SPTA namun kegitan SPTL ini dilaksanakan khusus untuk mahasiswa PMI angkatan 2018 yang sebelumnya telah melakukan SPTA di tahun 2019. Tujuan didakan acara ini untuk melatih mahasiswa agar mahir dalam teknik Pemetaan Sosial di Desa serta mengetahui tentang Undang - Undang Desa.


Acara tersebut berlangsung selama dua hari dan di awali dengan materi Pemetaan Sosial kemudian hari kedua diisi dengan Praktik Pemetaan sosial yang dilakukan di Desa masing-masing peserta. Materi demikian dipimpin oleh dua Narasumber yang sangat luar biasa diantaranya yaitu : 

1. Evy Nurmi Lasari, S.Pi, M.Ap. selaku Koordinator Provinsi Tenaga Pendamping, profesional Jawa tengah

2. Bapak Zamzaini selaku Manajer Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)


"Sebagai calon Developer muda minimal harus mengetahui kondisi, tata letak, potensi dan masalah wilayah sendiri. Saya berharap mahasiswa PMI ini setidaknya mampu memberdayakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum melakukan pemberdayaan terhadap orang lain" Ujar Bapak Zamzaini.


Adapun kegiatan SPTL yang ditutup dengan penugasan individu pada peserta untuk melakukan wawancara dan Pemetaan Sosial di daerah masing-masing mengenai Prioritas Dana Desa dan menanyakan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) kemudian dijadikan kreasi Video Vlog. Panitia Pelaksana SPTL menganjurkan peserta untuk mengapload tugas video tersebut di Channel Youtube masing-masing. Hal demikian bertujuan untuk mengangkat kreatifitas Mahasiswa PMI Walisongo.


"Kegiatan SPTL lebih mudah dilakukan secara offline dan berkelompok dengan adanya pandemi covid-19 yang menyulitkan praktik pemetaan wilayah, karena dilakukan secara mandiri di desa masing-masing, sehingga sulit mengumpulkan informasi secara lengkap" Tegas Suchron Ibrahim  peserta SPTL.


"Saya kurang puas dengan kegiatan SPTL Online di tengah pandemi Covid-19 ini, karena baik dari segi materi maupun penugasan terlalu sulit dipahami sehingga menghambat terlaksananya praktik. Saya berharap pandemi segera berakhir supaya SPTL tahun depan berjalan sebagaimana mestinya". Ujar Faizah Lintang Utami, peserta SPTL. 


Penulis : Nisa A.N

Editor : Aziz Husein

No comments:

Post a Comment

Tingkatkan Literasi Di Ranah Kampus, HMJ PMI Gelar Pelatihan Makalah Untuk Mahasiswa PMI 2024

SEMARANG - Membangun budaya literasi di ranah  kampus bisa di lakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan penulisan makalah sebagai la...