Kita semua tahu
bahwa adanya pandemi virus corona yang sedang gencar saat ini membuat semua
elemen masyarakat sulit untuk melakukan kegiatan yang seharusnya mereka
lakukan. Hal ini dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah untuk physical
distancing atau sosial distancing. Adanya kebijakan ini berakibat pada semua
instansi pendidikan dan perguruan tinggi untuk meliburkan siswa maupun mahasiswanya guna
memutuskan rantai penyebaran virus corona dan mengindahkan anjuran pemerintah
untuk melakukan kegiatan dirumah saja. Artinya baik siswa maupun mahasiwa tetap
melakukan kegiatan belajar namun dengan sistem online atau dalam jaringan
(daring).
Namun dengan
adanya himbauan pemerintah untuk tetep dirumah saja, tidak mematahkan semangat
para pegiat pendidikan dan pelajar indonesia seperti halnya tetap melakukan
kegiatan belajar dengan melalui Whatsapp Grup, Aplikasi zoom us, meet google,
live instagram, dan melalui video call.
Adanya pandemi
ini juga berefek kepada seluruh organisasi kampus terutama bagi organisasi
intra maupun ekstra di linkungan fakultas dakwah dan komunikasi. Seperti
misalnya Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Pengembangan Mayarakat islam
yang akan mengadakan seminar nasional akhirnya ditangguhkan, karena adanya
pandemi covid-19 dan mau tidak mau seluruh rangkaian kegiatan baik seminar,
workshop, SPTL/SPTA seluruhnya ditangguhkan.
Namun tidak
berhenti sampai di situ, kondisi saat ini tidak sama sekali mematahkan semangat
para aktivis untuk tetap menjalankan program kerjanya dengan jalan via online.
Seperti mengadakan open donasi via online, rapat via online, dan diskusi via
online. Begitupun dengan kegiatan ekstra kampus dan UKM juga dilakukan secara
online serentak guna mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap bekerja atau belajar dirumah saja dengan istilah yang kita kenal yaitu Work From Home (WFH).
No comments:
Post a Comment