SEMARANG- Himpunan Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Devisi Manajemen dan Pemberdayaan adakan seminar tayang bincang pemberdayaan yang bertempatkan di Teater ISDB Soshum lantai 3 atau gedung Syekh Nawani Al-Bantani pada Jum'at, 08/03/2024.
Acara seminar dari tayang bincang pemberdayaan ini mengusung tema "Siapkah PMI Menghadapi Era Digitalisasi". Seminar ini di buka langsung oleh Wakil dekan 3 Prof. Dr. Ali Murtadlo M.Ag. dan di hadiri juga oleh Ketua Jurusan PMI Dr. Agus Riyadi, Dosen Dr. Kasmuri., M.Ag, Dr. Abdul Ghoni, S.Ag.,M.Ag. dan juga puluhan mahasiswa PMI yang mengapresiasi acara tayang bincang pemberdayaan ini.
Seminar perdana setelah pelantikan pengurus HMJ PMI 2024 ini sebagai awal dari semangat para anggota dalam menjalankan program kerja untuk kedepannya. Dari Devisi Manajemen dan Pemberdayaan ini sendiri mengundang Narasumber dari Instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi/ Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) yaitu Bapak Ahmad Dimyati, S.Ag dan juga dari instansi perguruan Tinggi negeri Universitas Semarang yaitu Ibu Hartati Sulistyo Rini S.Sos.,M.A.
Dalam penyampaian narasumber pertama oleh Ibu Hartati Sulistyo Rini S.Sos.,M.A dengan tema yang menarik para audiens yang hadir dalam seminar ini, tema yang di usung adalah "Pemberdayaan Masyarakat Dalam Persepektif Perubahan Sosial dan Generasi Z"
Menurut nya, perubahan sosial dalam masyarakat itu di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya 1)Demografis, 2) Kultural, 3) Politik, 4) Teknologi, 5) Pendidikan, 6) Ekonomi dan 7) Kesehatan. Dalam penyampaiannya, Narasumber yang kerap di sapa Bu Lis ini menyatakan bahwa Gen-Z saat ini sangat tanggap dalam menghadapi dunia digitalisasi. Namun, adanya digitalisasi ini, Gen-Z juga dapat memanfaatkan teknologi sebagai ladang bisnis.
" Digitalisasi dapat mencetak Gen-Z sebagai sociopreneur yang dapat berguna untuk diri sendiri dan juga membangun masyarakat," ungkap Bu Hartati Sulistyo Rini S.Sos,.M.A.
Ungkapan bijak yang beliau sampaikan kepada audiens adalah Bahwa kita belum bisa menjadi opportunity negara, karena kita masih jadi konsumen.
Pemateri kedua dalam seminar tayang bincang pemberdayaan ini di isi oleh Narasumber Ahmad Dimyati, S.Ag dengan tema "Teknik Analisa Kebutuhan Masyarakat Dalam Agenda Perencanaan Pembangunan Desa". Bapak Ahmad Dimyati, S.Ag atau yang kerap di sapa Pak Dim itu membeberkan jalannya Digitalisasi sebagai pemberdayaan masyarakat. Sebagai mahasiswa dengan background sosial, tentunya kita tahu bagaimana cara memanfaatkan digitalisasi sebagai kemajuan masyarakat. Namun, pada hakikatnya Era saat ini di kalahkan oleh perangkat. Sebagai mahasiswa sosial, harus tahu bahwa pemberdayaan adalah tugas ukhuwah dan dalam proses pemberdayaan dibutuhkan imam Badrun (Rembulan) sebagaimana penerang dalam kegelapan di tingkat masyarakat.
"kita sebagai social society harus bertanggung jawab soal itu juga,"Jelasnya.
Setelah 4 jam lebih kedua Narasumber menyampaikan materinya, acara di lanjut dengan tanya jawab antar audiens dengan narasumber. Tayang bincang pemberdayaan ini berjalan dengan lancar hingga penghujung acara.
PMI
Salam Sejahtera
Salam PMI
Maju, Berdaya, Mandiri, Sejahtera
No comments:
Post a Comment